Sabtu, 26 April 2014

perlambangan seksual & aseksual



1.1.            PERLAMBANGAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL

Reproduksi terbagi menjadi 2, yaitu reproduksi secara seksual dan reproduksi secara aseksual. 

seksual
Reproduksi secara seksual yaitu dilakukan melalui perkawinan yang melibatkan 2 individu, seperti yang terjadi pada manusia dan hewan.

Aseksual
tidak melibatkan individu lain, karena tidak melalui perkawinan. Misalnya yang terjadi pada bakteri atau amoeba. Ia membelah selnya sendiri untuk mempertahankan jenisnya. Kemudian terjadi pada kebanyakan tumbuhan. Mereka bereproduksi secara tidak kawin.

Masing - masing dari cara reproduksi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari reproduksi secara seksual, yaitu adanya komunikasi dalam proses reproduksinya itu sendiri, adanya bantuan dari pasangan dalam membentuk keturunannya hingga mendidik anaknya berdua. Itu yang terjadi pada manusia. Tidak seperti halnya pada tumbuhan yang tidak bisa melakukan hal serupa. Adapun kelemahan dari reproduksi secara seksual, yaitu keterkaitan yang erat antara 2 individu yang hendak bereproduksi ini dengan calon keturunannya ( faktor genetik ). Biasanya kekurangan yang terdapat pada orangtua, dapat terjadi dan diturunkan kepada anaknya. Misalnya si ibu kondisinya sehat jasmani dan rohani, namun si ayah mempunyai satu penyakit atau misalnya cacat fisik. Ada kemungkinan kekurangan yang terdapat pada ayahnya ini menurun kepada anaknya. Menurut saya itulah kelemahannya. Kemudian pada reproduksi secara aseksual dapat kita simpulkan sebagai kebalikan dari reproduksi seksual.

Contoh:
reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina)..
Pada hewan
* Tunas. Contoh: Hydra, Ubur-ubur, Porifera
* Fragmentasi. Contoh: Planaria, mawar laut
* Membelah diri. Contoh: Amoeba
* Parthenogenesis. Contoh: serangga seperti lebah, kutu daun


Perbedaan seksual dan aseksual 
Seksual : Perkembangbiakan atau pembuahan yang melalui proses hubungan seksual terlebih dahulu
Aseksual : Perkembangbiakan atau pembuahan tanpa melalui proses hubungan seksual terlebih dahulu





1.2.            MANUSIA
Manusia, apakah manusia itu, untuk segelintir orang yang pernah belajar tentang hakekat manusia mungkin dapat menjelaskan pertanyaan tersebut secara komperehensif, beda hal jika kalimat tersebut dilontarkan kepada masyarakat awam, mungkin hanya jawaban-jawaban normative yang dapat kita peroleh. Kembali kepada rumusan-rumusan para ahli terdahulu mengenai kemanusiaan, ada yang menyebutkan bahwa manusia ini merupakan “hewan yang berbicara dan bertanya” juga ada yang berstatement bahwa manusia merupakan hewan yang berakal fikiran.


Kita mungkin mengenal tumbuhan dan hewan, namun pernahkah kita sebagai manusia merenungkan sejenak apa sebenarnya yang yang menjadi perbedaan yang mendasar manusia dengan benda mati,tumbuhan maupun hewan. Pada awalnya benda mati, tumbuhan,hewan maupun manusia bersal dari zat yang sama yakni mereka diciptakan oleh zat yang maha kuasa, mereka sama-sama diciptakan namun mempunyai tugas dan kewajiban yang berbeda. Jika kita mau meneliti lebih mendalam mengenai benda mati, beda mati diciptakan oleh sang maha pencipta mempunyai tugas hanya skedar “ada” di dunia ini, sedangkan tumbuhan mereka mempunyai tugas dan kewajiban untuk “ada” dan “tumbuh dan berkembang”, beda halnya dengan hewan, ia tidak hanya “ada dan tumbuh serta berkembang” namun ia juga dibekali dengan insting, dan teristimewa untuk manusia ia mengemban beban akumulasai dari benda mati + tumbuhan + hewan, namun tidak hanya itu manusia juga dibekali dengan akal fikiran, akal fikiran inilah hal yang paling substansi yang membedakan manusia dengan ketiga mahluk ciptaan yang maha kuasa tadi. Dengan akal fikiran ini manuisa berkewajiban dan bertugas menjaga kelestarian dunia ini serta  menciptakan peradaban yang lebih baik dari sebelumnya.


Akal fikiran yang dimiliki manusia merupakan modal utama guna menjadi khalifah didunia, akal fikiran inilah yang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta menjadi kunci utama dalam membangun perdaban yang lebih baik, coba bayangkan jika didunia ini ketika manusia sebagai khalifah dunia namun tanpa akal fikiran, mungkin disangsikan jika mansuia dapat menciptakan suatu peradaban yang lebih baik. Bagaimana tidak, ketika manusia dibebani tugas dan kewajiban yang sangat berat namun ia tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk, manuisa bertindak tak jauh berbeda dengan hewan ia hanya mengandalkan insiting yang pada dasarnya insting ini tak mampu menjadi solusi dalam menangani problematika yang kompleks dalam kehidupan di dunia.


Secara garis besar eksistensi manusia didunia ini mempunyai maksud dan tujuan yang cukup kompleks, ia tidak hanya dituntut eksis saja, namun dari eksistensinya itu tadi mansuia juga dituntut untuk dapat memberikan manfaat bagi ketiga ciptaan yang maha kuasa tadi maupun kepada manusia yang lain, Manusia diciptakan oleh sang maha Kuasa dengan maksud dijadikan Khalifah dibumi ini, menjadi seorang pemimpin itulah takdir yang sudah dilukiskan oleh sang pencipta kepada setiap manusia tanpa terkecuali,  takdir tersebutpun bukan tanpa sebab, manusia diciptakan dengan berbagi keunggulan jika dibandingkan dengan mahluk yang lain, manusia mampu melakukan segala sesuatu yang  tidak dapat dilakukan oleh mahluk lain, hal ini disebabkan atas dasar anugerah akal fikiran yang ia miliki, dengan akal fikiran ini manusia bahkan dapat membuat sesuatu hal yang mustahil menjadi mungkin. Kondisi ini tercermin dengan berbagai keberhasilan umat manusia dalam menciptakan maupun menemukan berbagia macam hal yang pada hekekatnya mempunyai manfaat yang sangat luar biasa untuk kemajuan umat manusia itu sendiri.ketika eksistensinya ini tidak bermanfaat apa-apa bahkan yang terekstrim justru memberikan dampak yang negative untuk dunia maupun mahluk yang lain maka perlu ditinjau kembali apakah manuisa itu tadi berhak menyandang predikat sebagai “manusia”.

1.3. PENYEBARAN MANUSIA

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran organisme.

Studi tentang penyebarn spesies menunjukkan, spesies-spesies  berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.Akibat dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.

Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai. Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:

1.      Lingkungan
Dua faktor lingkungan utama yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah faktor fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

a)      Faktor Abiotik

·         Iklim

Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra

·         Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.

·         Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.

·         Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.

daftar pustaka

http://tamiareso.blogspot.com/2013/04/perkembangbiakan-secara-seksual-dan.html 
http://5il4o8.wordpress.com/2009/01/23/reproduksi-seksual-aseksual/
-http://www.gunadarma.ac.id
-http:/studentsite.gunadarma.ac.id
- http://www..baak.gunadarma.ac.id 

pengertian evolusi, perubahan mahluk hidup, seleksi alam


1.1.EVOLUSI

Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
Berbeda dengan revolusi, proses evolusi biasanya berlangsung lama. Dalam konteks penggunaan istilah, evolusi seringkali digunakan untuk menggambarkan perkembangan yang lambat.
Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" + volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,". Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832 oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah ini kemudia dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.
Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern, yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang keanekaragaman hayati di bumi.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

1.2. PERUBAHAN PADA MANUSIA
A. pertumbuhan dan perkembangan manusia
Pertumbuhan manusia ditandai oleh pertambahan tinggi dan berat badan. Perkembangan manusia ditandai dengan perubahan kepintaran menjadi sosok yang dewasa.
GAMBAR :


Dimulai saat kita lahir hingga sekarang ini

B. FAKTOR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA

Pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya, makanan bergizi, kesehatan, istirahat, olahraga dan hiburan. Inilah faktornya :

1. Makanan yang bergizi
Makanan berguna untuk membentuk bagianbagian tubuh dan mengganti bagian tubuh kita yang rusak. Selain itu, makanan berguna untuk memberikan tenaga, dan mengatur semua proses di dalam tubuh. Makanan bergizi dapat berasal dari hewan ataupun tumbuhan. Makanan bergizi mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Akan lebih sempurna jika ditambah susu.

Makanan 4 sehat 5 sempurna yang sangat membantu pertumbuhan manusia

2. Kesehatan
Pertumbuhan manusia akan berjalan dengan baik jika tubuhnya sehat. Tubuh sehat berarti tidak terkena penyakit. Adanya penyakit pada tubuh akan menghambat pertumbuhan tubuh.


3. ISTIRAHAT
Sehari-hari tubuhmu melakukan aktivitas. Setelah lelah melakukan berbagai kegiatan, tubuhmu mem butuhkan istirahat. Istirahat yang paling baik adalah tidur. Ketika tidur, seluruh tubuhmu melakukan istirahat sehingga ketika
bangun, tubuhmu akan kembali segar. Lama tidur yang baik adalah 8 jam sehari.

4. OLAHRAGA
Melakukan olahraga secara teratur sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembanganmu. Manfaat berolahraga, antara lain:
a. Peredaran darah lancar
b. Jantung berdenyut secara teratur
c. Otot-otot tubuh akan lentur;
d. Tulang menjadi kuat.
Biasakanlah untuk ber olah raga secara teratur, paling sedikit dua kali dalam seminggu.

5. HIBURAN
Hiburan penting juga bagi pertumbuhan manusia. Dengan mendapat hiburan, tubuhmu akan santai, tidak stres, dan peredaran darahpun men jadi lancar. Akibatnya, kerja tubuh, akan lebih optimal. Untuk mendapat hiburan, kamu dapat berkunjung ke tempat-tempat wisata pada waktu tertentu.


1.2.Seleksi alam
adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk hidup yang tidak dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang terus dapat bertahan hidup  akan tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup akan mati.


Selama kehidupan di bumi ini terus berlangsung, peristiwa alam juga akan terus berlangsung menyertai aktivitas kehidupan makhluk hidup. Peristiwa alam tersebut dapat berlangsung setiap saat dan setiap waktu tanpa adanya kesiapan dari makhluk hidup yang ada di alam ini. Peristiwa alam tersebut erat hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan bencana alam lain.
Keadaan tersebut dapat di artikan bahwa alam telah melakukan seleksi terhadap mahluk hidup yang ada di dalamnya. Mahluk hidup yang mampu bertahan hidup akan dapat bertahan hidup, sedangkan mahluk hidup yang tidak bertahan hidup akan mati dan mengalami kepunahan. 
Seleksi alam erat kaitannya dengan jenis (spesies), macam (varian), rantai makanan, jaring-jaring makanan, perkembangbiakan secara kawin, genetika dan adptasi. Proses perubahan karena seleksi alam tersebut berlangsung secara perlahan, sedikit demi sedikit, dan dalam jangka waktu yang relatif sangat lama (ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun).

Contoh seleksi alam:

1. Kepunahan Dinosaurus akibat adanya seleksi alam.
2. Jari kaki kuda semula lima buah untuk menyesuikan diri dengan tanah yang lunak sekarang berjari satu.
3. Adanya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap lebih banyak dibandingkan yang bersayap cerah di daerah industri.
4. Adanya variasi paruh burung finch di kepulauan Galapagos.
5. leher jerapa yang tadinya pendek karena proses seleksi alam menjadi panjang.
6.manusia yang berpindah-pindah pada jaman purba untuk mencari pasokan makanan.


- http://www.gunadarma.ac.id
- http:/studentsite.gunadarma.ac.id
- http://www..baak.gunadarma.ac.id