Kamis, 19 Januari 2017

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Nama : Priatna Santoro
Kelas : 4PA13
NPM :16513914

A. Pengertian sistem informasi berbasis komputer
Computer Based Information System (CBIS) dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer dan merupakan sistem pengolahan data menjadi sebuah Informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif Laudon (2008).

B. Evolusi Sistem Informasi berbasis komputer
a) Fokus Data (SIA/DPA)
Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan, sistem ini dapat mengolah data dengan baik dan berfungsi untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan kegiatan suatu perusahaan.
b) Fokus Informasi (SIM)
konsep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan yang bertujuan untuk menghasilkan informasi suatu manajemen perusahaan.
c) Fokus Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem komputer yang interaktif yang dapat membantu dalam pengambilan suatu keputusan. Sistem ini bertujuan untuk memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur, dan untuk membantu integrasi antar tingkat dan meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan efisiennya
d) Fokus Pada Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Sistem ini memiliki fungsi untuk memudahkan jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
e) Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer ini berfungsi seperti layaknya manusia yaitu memberikan konsultasi kepada pemakai cara untuk pemecahan masalah.

C. Lingkup data
1. Hirarki Data
Menurut Kadir (2004), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, yaitu (record) dan (file).
a. Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.
b. Rekaman adalah gabungan sejumlah data yang saling terkait.
c. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman ang bertipe sama membentuk sebuah berkas.
d. Penyimpanan Sekunder
2. SASD (Penyimpanan Berurutan)
Proses penyimpanan pada SASD terbilang lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal karena murah dan kapasitasnya yang besar (dalam Sulianta, 2008).
3. DASD ( penyimpanan akses langsung)
Menurut Sulianata ( 2008), proses penyimpanan ini jauh lebih cepat dibanding dengan SASD, karena untuk mengambil sebuah data tertentu tidak perlu dicari dari awal berurutan.
a. Pemerosesan Data
b. Pemerosesan Batch
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch.
4. Pemerosesan Online
Adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Mencakup transaksi yang segera masuk, langsung diproses dan prosesnya.
5. Sistem Real Time
Adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama.

D. Database
1. Era permulaan database ditandai dengan :
a. Pengulangan data
b. Ketergatungan data
c. Kepemilikan data yang tersebar
2. Konsep database
Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data dan dicapai degan menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
3. Struktur database
a. File
b. Catatan
c. Elemen data
4. Keunggulan dan kelemahan database dan DataBase Management System (DBMS) Keunggulan :
a. Mengurangi pengulangan data.
b. Mencapai independensi data.
c. Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi.
d. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
e. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
5. Kerugian DBMS :
a. Perangkat lunak yang mahal.
b. Konfigurasi perangkat keras yang besar.
c. Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA

E. Konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Begitu pula dengan psikologi, saat klien melakukan konseling tujuan konselor adalah membantu klien tersebut membuat perubahan dalam dirinya menjadi lebih baik.

F. Sistem Pengolahan Data
1. Pengertian
Data adalah suatu penggambaran fakta , pengertian instruksi yang dapat disampaikan dan diolah oleh manusia atau mesin. Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk menbuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan. Sistem pengolahan data adalah sistem yang melakukan pengolahan data.
2. Fungsi dan Tujuan
a. Mengambil program dan data (masukan / input)
b. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
c. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
d. Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan.
e. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan.
f. Tujuan pengolahan data adalh untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang akurat dan up-to-date.
3. Tugas pengolahan data
a. Pengumpulan data. Setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data. Bila tindakan tersebut melibatkan elemen lingkungan disebut transaksi. Pelaku bisnis dan accounting umumnya hanya memperhatikan transaksi yang mempunyai nilai finansial.
b. Manipulasi Data. Data perlu dimanipulasi untuk dapat diubah menjadi informasi yang berguna. Operasi manipulasi data meliputi pengklasifikasian, Penyortiran, Perhitungan, dan pengikhtisaran.
c. Penyimpanan data. Terdapat banyak transaksi pada setiap perusahaan. Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Data tersebut perlu disimpan di suatu tempat dan harus dapat ditemukan dengan mudah bila data tersebut dibutuhkan.
d. Penyiapan Dokumen. SIA menghasilkan output untuk perorangan maupun organisasi di dalam maupun di luar perusahaan.
4. Contoh Pengolahan Data
a. pencatatan data penjualan, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, maka operator hanya memasukkan jumlah barang yang keluar dari toko maupun pabrik, karean data pembeli sudah berada didalam database sehingga lebih mudah dalam mendistribusikan suatu barang.
b. Perhitungan upah lembur, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, operator hanya menginput banyaknya jumlah lembur dank ode karyawan selebihnya data karyawan tersebut telah ada di database.
5. Peranan Pemrosesan Data Dalam Pemecahan Masalah
Pengolahan data banyak dilakukan oleh volume data yang lebih besar dari pada volume informasinya, Seperti sulitnya mengatur absen dan gaji dengan karyawan yang banyak disinilah fungsi pemerosesan data memiliki peran yang sangat vital dalam pemecahan masalah didalam suatu perusahaan.
Seperti dalam penghitungan gaji yang akan diterima oleh karyawan yang dimana operator hanya memasukan nama dan nomer identitas karyawan maka sisanya komputerlah yang akan mengolah informasi tersebut. Seperti menggunakan absen electric maka karyawan hanya memasukan kode karyawan maka data absen karyawan tersebut langsung masuk kedalam database konputer dari situlah maka akan diketahui jumlah kehadiran karyawan dan jumlah lembur karyawan.

G. Sistem Informasi Manajemen
1. Pengertian dasar SIM
Sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari sistem manajemen atau sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem ini menggunakan hardware, software, dan prosedur manual
2. Konsep sistem informasi organisasionaL.
Seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan software komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi
Peranan SIM dalam pemecahan masalahSIM dan subsistem – subsistem organisasinya berkontribusi pada pemecahan masalah dalam 2 cara dasar :
a. Sumber Daya Informasi Seorganisasi. SIM adalah suatu usaha seorganisasi untuk menyediakan informasi pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen formal dari para eksekutif untuk menyediakan komputer bagi semua manajer.
b. Identifikasi dan Pemahaman Masalah. Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan informasi terus mengalir ke manajer. Manajer menggunakan SIM terutama untuk menandai masalah atau mendekati masalah, kemudian memahaminya dengan menentukan lokasi dan penyebabnya.

H. Sistem penunjang keputusan
1. Maksud pembuatan keputusan dan teori-teori yang menjelaskanN Keputusan adalah suatu pilihan yang dibuat antara satu atau lebih alternatif yang tersedia.
2. Konsep, pengertian dasar dan tujuan SPK
Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat. Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan efisiennya.
3. Model SPK
Model dalam sistem pengambilan keputusan ada 3 macam yaitu:
a) Perangkat Lunak Penulisan Laporan : menghasilkan laporan periodik maupun khusus.
b) Model Matematika : menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan/instansi. Model matematika dapat ditulis dalam bahasa pemograman prosedural apapun.
c) Perangkat lunak GDSS : memungkinkan beberapa pemecah masalah,
4. Pemodelan matematis berserta keuntungan dan kerugiannya
a. Keuntungannya :
1. Kecepatan proses simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu singkat.
2. Menyediakan daya prediksi suatu pandangan ke masa depan yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
3. Meningkatkan jumlah alternative yang dipilih.
4. Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis.
5. Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan.
6. Kontrol yang lebih baik
b. Kerugian :
a. Kesulitan pembuatan model
b. Memerlukan keahlian matematika tingkat tinggi diperlukan untuk mengembangakn sendiri model-model yang lebih komplek.
5. SPK berkelompok
Sistem pendukung keputusan kelompok atau yang lebih akrab dikenal dengan group decison support system/GDSS merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok orang yang ikut terlibat dalam satu tugas bersama dan menyediakn interface bagi suatu lingkungan yang digunakan secara bersama.
6. eranan SPK dalam pemecahan masalah.
Pemecahan masalah dalam SPK adalah seperti banyaknya cabang perusahan yang memiliki satu komando yang dimana akan sulit dalam melakukan komando jika seorang pemimpin harus bekeliling meyambangi cabangnya maka dari itu fungsi group decison support system/GDSS diperlukan untuk menangani masalah tersebut agar mudah megnatur dan mengambil keputusan.


Daftar Pustaka
Kadir. (2004).Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi
Laudon. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat
Marimin. Tanjung, H., Prabowo, H. (2004).Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo
Sulianta. (2008). Komputer forensik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar